October 25, 2026
Updated:
10 min read

Kenapa Orang Ramai Menghapus Iklan TV Pakai Claude Code?

TV Xiaomi menampilkan iklan sebelum Netflix bisa dibuka. Gathin memakai Claude Code untuk membersihkannya, dan kini puluhan ribu orang mengikuti jejaknya.

Bayangkan kamu menyalakan TV untuk menonton Netflix, tapi yang muncul duluan adalah iklan. Bukan iklan di dalam film, melainkan iklan dari TV itu sendiri, sebelum aplikasinya sempat terbuka.

Itulah yang dialami Gathin, seorang pengembang yang memperbaiki TV orang tuanya. TV Xiaomi itu menampilkan iklan bersponsor sebelum Netflix bisa dibuka, dan ia memutuskan untuk membereskannya dengan cara yang tidak biasa.

Ia tidak membuka obeng atau menginstal firmware aneh. Ia memberi Claude Code nomor model TV itu, lalu membiarkan asisten AI tersebut bekerja lewat jaringan Wi-Fi rumahnya. Hasilnya menyebar cepat, dan kini puluhan ribu orang mengikuti jejaknya.

Iklan Sebelum Netflix: Awal Cerita Ini

Pada 17 Oktober 2026, Gathin membagikan ceritanya di X. TV orang tuanya, Xiaomi Mi TV 4A, memaksa penonton melewati iklan sebelum sampai ke Netflix.

Ia memberi Claude Code nomor model TV tersebut. Asisten itu menemukan TV di jaringan Wi-Fi, menonaktifkan 25 paket Xiaomi, dan menulis launcher baru sebagai pengganti layar utama.

Ia mengunggah perintah dan hasilnya ke GitHub dengan nama awal tv-vibehack. Dua hari kemudian, repositori itu sudah mengumpulkan lebih dari 4.700 bintang, dan ceritanya diliput TechCrunch pada 19 Oktober 2026.

Proyek itu kini bernama CleanYourTV. Menurut laporan per 24 Oktober 2026, proyek ini sudah mengumpulkan lebih dari 30.900 bintang di GitHub dan daftar debloat untuk 260 model TV dari 77 merek.

Cara Kerja CleanYourTV dalam Tiga Langkah

Rahasianya bukan sulap, melainkan Android Debug Bridge atau ADB. TV Android memakai jembatan debug yang sama dengan ponsel Android, dan begitu mode pengembang aktif, komputer di jaringan yang sama bisa mengelola TV lewat Wi-Fi.

Langkah pertama adalah mencadangkan daftar paket dan pengaturan TV. Langkah kedua menonaktifkan telemetri, layanan iklan, baris konten bersponsor, dan aplikasi bawaan dengan perintah pm disable-user.

Langkah ketiga memasang launcher baru sebagai layar utama. Launcher ini ditulis dengan Java dan AndroidX RecyclerView, dirancang untuk TV dengan RAM 1 GB, tanpa efek blur, video, jaringan, atau layanan latar.

Yang penting, tidak ada paket yang dihapus. Semua hanya dinonaktifkan di profil pengguna, jadi satu skrip restore bisa mengembalikan semuanya. Bahkan halaman Settings lalu Apps di TV bisa mengaktifkan kembali paket tertentu tanpa alat proyek ini.

Launcher itu menampilkan dock berisi empat aplikasi favorit, cahaya ambient yang mengikuti warna aplikasi yang difokuskan, pintasan ke input HDMI, jam sebagai screensaver, dan tema yang bisa diganti tanpa kompilasi ulang. Antarmukanya tersedia dalam 12 bahasa.

Kamu tidak wajib memakai AI. Perintah manualnya tersedia, tapi alur yang populer adalah menyalin PROMPT.md ke Claude Code atau asisten coding lain, lalu menjawab pertanyaan soal aplikasi favoritmu. Kamu juga perlu membangun launcher sendiri karena proyek ini tidak menyediakan APK jadi, dengan Python 3, JDK 17, dan Android SDK 34.

Kenapa TV Murah Penuh Iklan

Harga TV murah bukan kebetulan. Produsen menjual perangkat dengan margin tipis, lalu menutup selisihnya dari iklan layar utama dan data tontonan.

Banyak TV modern memakai Automatic Content Recognition atau ACR. Teknologi ini mengenali apa yang sedang diputar lewat tangkapan layar, cuplikan audio, atau sidik jari digital lainnya.

Data itu dijual ke pengiklan atau dipakai menampilkan iklan yang dipersonalisasi di antarmuka TV sendiri. Jadi ketika kamu membeli TV murah, sebagian harganya dibayar dengan perhatian dan datamu.

Inilah alasan proyek seperti CleanYourTV terasa memuaskan. Ia tidak menambah fitur, ia mengembalikan sesuatu yang sudah kamu bayar: layar utama milikmu sendiri.

Angka yang Membuat Proyek Ini Meledak

Kecepatan proyek ini luar biasa. Ia melewati 5.000 bintang pada 19 Oktober, 10.000 bintang pada 20 Oktober, dan 25.000 bintang pada 23 Oktober 2026.

Pada hari terbaiknya, 20 Oktober, ia menambah sekitar 6.800 bintang dalam sehari. Rata-rata minggu itu sekitar 4.000 bintang per hari, dan ia sudah enam hari berturut-turut masuk daftar trending GitHub, dengan peringkat terbaik nomor dua pada 22 Oktober.

Kontributornya pun membengkak hingga hampir 400 orang. Daftar yang teruji meluas dari 54 TV dari 23 merek pada 19 Oktober menjadi 260 model dari 77 merek pada 24 Oktober, termasuk Xiaomi, TCL, Sony, Hisense, Philips, Chromecast, dan NVIDIA Shield.

Cerita serupa bermunculan. Mihir Gupta menulis bahwa dalam satu sore bersama Claude Code, ia menonaktifkan 25 aplikasi bloat, mengganti launcher bawaan 192 MB dengan launcher kustom 83 MB, dan menambah wallpaper berputar. Gathin sendiri mencatat ribuan orang membersihkan TV mereka dalam 48 jam pertama.

Batasan dan Risiko yang Perlu Kamu Tahu

Tidak semua TV bisa dibersihkan. Samsung dengan Tizen dan LG dengan webOS tidak didukung, karena mereka bukan Android TV. Fire TV hanya bisa dibersihkan, bukan diganti launchernya, karena Fire OS tidak menyerahkan layar utama.

Pembaruan firmware juga bisa mengembalikan paket yang sudah dinonaktifkan. Jadi hasil bersih ini bukan sekali jadi, melainkan sesuatu yang mungkin perlu diulang setelah update besar.

Ada risiko nyata bila kamu menonaktifkan paket yang salah. Paket sistem yang keliru bisa merusak fungsi TV, misalnya input HDMI atau pengaturan jaringan. Karena itu proyek ini menekankan cadangan di awal dan daftar per model yang sudah teruji, bukan menonaktifkan paket secara membabi buta.

Mengaktifkan mode pengembang dan debugging ADB juga membuka akses jaringan ke TV. Selama proses berjalan, pastikan hanya perangkatmu yang terhubung, dan matikan debugging setelah selesai bila kamu tidak lagi membutuhkannya.

Terakhir, proyek ini berlisensi MIT dan dikerjakan komunitas. Tidak ada garansi resmi, dan tidak ada tim dukungan seperti produk komersial. Kalau TV bermasalah, skrip restore dan cadanganmulah penyelamatnya.

Apa Artinya Buat Industri TV

CleanYourTV mungkin tidak akan menghancurkan industri iklan TV dalam semalam. Tapi ia menunjukkan sesuatu yang sulit diabaikan: banyak orang rela repot demi layar utama yang bersih.

Ketika ribuan orang memakai asisten AI untuk pekerjaan yang dulu hanya dipahami teknisi, batas antara pengguna dan pengembang menipis. Pekerjaan seperti ini, yang dulu butuh membaca forum panjang, kini dimulai dari satu perintah.

Bagi produsen, pesannya jelas. Iklan yang terlalu agresif tidak membuat orang membeli lebih banyak, ia membuat orang mencari cara menghapusnya. Layar utama yang tenang bisa jadi justru keunggulan produk berikutnya.

Kalau kamu penasaran dengan proyek open source lain yang sedang naik daun, kamu bisa menjelajahi daftar /projects untuk melihat apa saja yang sedang dikerjakan komunitas. Siapa tahu, TV di ruang tamumu adalah proyek bersih-bersih berikutnya.

Dimas Febriyanto - Fullstack Developer

Dimas Febriyanto

Fullstack & Mobile Developer specializing in Golang & Flutter. Aktif sebagai Junior Mobile Developer di Sagara Technology & asisten lab di Universitas Gunadarma. Passionate about building scalable algorithms & high-impact applications.

Lihat Portofolio

Liked this article?

Feel free to share it with your network or reach out if you have any questions!