November 3, 2026
Updated:
8 min read

Kenapa Apple Intelligence China Pakai Qwen, Bukan ChatGPT?

Apple Intelligence akhirnya masuk Tiongkok, tapi Siri di sana tidak memakai ChatGPT. Apple menggandeng Alibaba, dan Qwen yang menjawab pertanyaanmu di iPhone.

Bayangkan kamu membeli iPhone terbaru di Beijing. Kamu menekan tombol Siri dan bertanya soal dokumen PDF di galerimu. Jawabannya datang bukan dari model Apple, bukan pula dari ChatGPT, melainkan dari Qwen, model buatan Alibaba.

Itulah yang diumumkan Apple pada 31 Oktober 2026. Apple Intelligence akhirnya masuk Tiongkok daratan, tapi dengan mesin kedua di balik layar. Pengujian dibuka 4 November lewat iOS developer beta, dan rilis publik menyusul bersama iOS 27.3 pada Desember 2026.

Keputusan ini bukan sekadar pergantian logo. Ia menunjukkan bagaimana aturan, pasar, dan kemitraan lokal bisa mengubah isi sebuah iPhone tanpa mengubah bentuknya.

Apa yang sebenarnya diumumkan Apple?

Apple mengumumkannya lewat China Newsroom, ruang berita resmi Apple untuk Tiongkok. Gelombang pertama berisi fitur yang sudah dikenal pengguna di luar Tiongkok. Ada Live Translation di Messages, FaceTime, dan Phone, Writing Tools untuk menulis ulang dan meringkas, Visual Intelligence untuk mengenali apa yang dilihat kamera, Clean Up di Photos, Genmoji, pencarian foto dengan bahasa alami, sampai ringkasan notifikasi dan Smart Reply.

Semua fitur itu berjalan di atas model generatif buatan Apple sendiri. Qwen masuk sebagai mitra untuk sebagian pengalaman, bukan untuk semuanya. Pengguna di Tiongkok bisa memanggil Qwen langsung dari Siri, Writing Tools, dan Visual Intelligence.

Kenapa Qwen, bukan ChatGPT?

Di luar Tiongkok, Apple Intelligence memanggil ChatGPT untuk permintaan tertentu. Di Tiongkok, peran itu diisi Qwen, dan alasannya sederhana dan praktis. Model AI generatif yang beroperasi di Tiongkok harus melewati proses persetujuan regulator setempat, dan Apple memilih bermitra dengan perusahaan lokal yang sudah memegang persetujuan itu.

Pada Juli 2026, otoritas siber Tiongkok menyelesaikan filing Apple Intelligence di antara tujuh layanan AI generatif di ponsel. Pada 15 Oktober 2026, Tim Cook menyebut Apple Intelligence sudah disetujui di Tiongkok dan versi uji akan segera hadir. Dua minggu kemudian, tanggalnya resmi diumumkan.

Pola kemitraan lokal ini bukan hal baru bagi Apple. Sebelumnya, Apple sudah lama bekerja sama dengan perusahaan Tiongkok untuk layanan seperti iCloud. Bedanya, kali ini yang dibagikan adalah otak percakapan di dalam iPhone.

Apa saja yang bisa dilakukan Qwen di iPhone?

Siri bisa meneruskan permintaan tertentu ke Qwen untuk memanfaatkan pengetahuannya yang luas. Kamu bisa bertanya tentang foto yang baru kamu ambil, atau tentang dokumen seperti PDF dan presentasi, lalu Qwen menjawab dari isi dokumen itu.

Writing Tools mendapat fitur Compose, yang memungkinkan Qwen menulis konten orisinal dari nol, bukan sekadar menyunting teks yang sudah ada. Visual Intelligence juga bisa menjawab pertanyaan tentang gambar dan dokumen yang kamu tunjukkan lewat kamera.

Untuk memakai fitur ini, kamu masuk dengan akun Qwen atau dengan Sign in with Apple. Alibaba menyatakan integrasi ini bersifat opt-in, dan perusahaan tidak akan memakai permintaan maupun respons pengguna untuk melatih modelnya. Pengguna yang memenuhi syarat adalah pembeli iPhone yang mendukung Apple Intelligence di Tiongkok, atau pengguna yang lokasi perangkat dan wilayah Akun Apple-nya sama-sama diatur ke Tiongkok.

Apa yang belum ikut dalam peluncuran ini?

Tidak semua yang diumumkan Apple di WWDC 2026 ikut hadir. Siri AI dan fitur Apple Intelligence generasi berikutnya tidak termasuk dalam gelombang pertama. Image Playground, generator gambar Apple, juga tidak ada dalam daftar.

Peluncuran ini juga baru mencakup iPhone. Dukungan untuk platform lain, seperti iPad dan Mac, menunggu persetujuan yang diperlukan. Daftar perangkat yang didukung meliputi iPhone 15 Pro dan Pro Max, semua iPhone 16 dan yang lebih baru, iPhone Air, dan iPhone Duo.

Bahasa perangkat dan Siri harus diatur ke bahasa Inggris atau Mandarin Sederhana. Jadi, meski fiturnya sudah tiba, pengalaman yang didapat pengguna Tiongkok masih merupakan Apple Intelligence generasi pertama, seperti yang dirasakan pengguna Amerika saat iOS 18.1 meluncur dua tahun lalu.

Apa artinya buat pengguna dan developer?

Buat pengguna di Tiongkok, ini adalah penantian dua tahun yang akhirnya berakhir. Mereka mendapat alat tulis, terjemahan langsung, dan pencarian foto cerdas yang selama ini hanya ada di luar negeri. Harganya adalah satu akun tambahan dan satu mesin AI kedua yang harus mereka percayai.

Buat developer, pesannya lebih tajam. Aplikasi yang mengandalkan Apple Intelligence tidak bisa berasumsi hasilnya sama di semua negara. Perilaku Siri, kualitas jawaban, dan bahasa yang didukung bisa berbeda antarwilayah, sehingga menguji di beta 4 November menjadi kewajiban, bukan pilihan, bagi siapa pun yang menjual aplikasi ke dua pasar sekaligus.

Kalau kamu penasaran dengan eksperimen AI dan proyek yang saya bangun, lihat /projects. Di sana ada arsip eksperimen yang menunjukkan bagaimana model yang sama bisa berperilaku berbeda saat konteksnya berubah.

Satu iPhone, dua mesin AI

Apple Intelligence di Tiongkok adalah pengingat bahwa AI tidak hidup di ruang hampa. Aturan setempat menentukan model mana yang boleh menjawab, pasar menentukan mitra mana yang dipilih, dan pengguna akhirnya memakai ponsel yang isinya disesuaikan dengan negaranya.

Dua tahun lalu, Apple Intelligence lahir sebagai satu produk global, dan hari ini produk yang sama sudah punya dua mesin di dua pasar. Pertanyaannya bukan lagi model mana yang paling pintar, melainkan model mana yang diizinkan menjawab di tempat kamu berdiri. Buat kamu yang mengikuti perkembangan AI, ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi global harus menyesuaikan diri dengan aturan lokal.

Dimas Febriyanto - Fullstack Developer

Dimas Febriyanto

Fullstack & Mobile Developer specializing in Golang & Flutter. Aktif sebagai Junior Mobile Developer di Sagara Technology & asisten lab di Universitas Gunadarma. Passionate about building scalable algorithms & high-impact applications.

Lihat Portofolio

Liked this article?

Feel free to share it with your network or reach out if you have any questions!