October 29, 2026
Updated:
9 min read

Kenapa MacBook Pro Baru Apple Akhirnya Bisa Disentuh?

Apple resmi mengumumkan MacBook Pro layar sentuh pertama pada 28 Oktober 2026, dengan layar PROLED XDR, chip M5 Pro dan M5 Max, dan baterai sampai 24 jam.

Bayangkan kamu membuka laptop, lalu jarimu refleks menyentuh layar untuk menggeser foto. Selama bertahun-tahun, gerakan itu tidak ada gunanya di Mac. Pada 28 Oktober 2026, Apple mengubah kebiasaan lama itu.

Apple memperkenalkan MacBook Pro dengan layar PROLED XDR dan Touch, untuk pertama kalinya di Mac. Laptop ini hadir dalam ukuran 14 inci dan 16 inci, dengan chip M5 Pro dan M5 Max. Kabar ini langsung ramai di Hacker News, dengan ratusan poin dan ratusan komentar pada hari yang sama.

Artikel ini menjelaskan apa yang diumumkan Apple, seberapa bagus layarnya, bagaimana Touch bekerja, dan untuk siapa laptop ini masuk akal. Penting untuk membedakannya dari pengumuman sehari sebelumnya. Model M6 yang dibahas kemarin adalah lini berbeda, sedangkan model ini adalah lini kelas atas dengan chip M5 Pro dan M5 Max.

Apa yang Diumumkan Apple pada 28 Oktober?

Apple mengumumkan MacBook Pro baru lewat siaran pers pada 28 Oktober 2026. Pemesanan dibuka pada hari yang sama di 30 negara dan wilayah, dan laptopnya mulai tersedia pada 6 November 2026. Apple menyebutnya sebagai MacBook Pro yang sepenuhnya baru, dengan desain yang lebih tipis dan lebih ringan.

Perubahan terbesarnya ada di layar dan cara kamu berinteraksi dengannya. Layar PROLED XDR memakai teknologi tandem OLED, dan Touch hadir untuk pertama kalinya di Mac. Di samping itu, Apple juga membawa Dynamic Island ke Mac, plus baterai yang diklaim bertahan sampai 24 jam.

Johny Srouji, kepala perangkat keras Apple, menyebut PROLED XDR sebagai layar laptop terbaik di dunia. Klaim seperti itu tentu perlu dibuktikan lewat pengujian independen. Untuk sekarang, yang bisa kamu pegang adalah angka resmi Apple dan respons komunitas yang sangat ramai.

Seberapa Bagus Layar PROLED XDR Itu?

PROLED XDR memakai dua lapisan piksel yang menyala sendiri, itulah arti tandem OLED. Apple mengklaim kecerahan puncak sampai 2000 nits untuk konten HDR dan SDR, dengan rasio kontras 10 juta banding 1. Angka itu berarti sorotan terang bisa tampil sangat kuat, sementara bayangan gelap tetap menyimpan detail.

Layar ini juga memakai teknologi ProMotion, dengan refresh rate adaptif dari 10Hz sampai 120Hz. Saat kontennya diam, refresh rate bisa turun untuk menghemat baterai. Saat kontennya bergerak cepat, refresh rate naik supaya gerakan terasa halus.

Untuk pekerjaan warna, layarnya mencakup gamut warna P3 dan Adobe RGB dalam satu preset bawaan. Apple menyebut cakupannya melebihi 80 persen Rec. 2020, yang penting untuk editing video HDR dan color grading. Ada juga opsi nano-texture yang diukir ke kaca penutup untuk mengurangi pantulan di ruangan terang.

Bagaimana Cara Touch Bekerja di Mac?

Touch di Mac bukan sekadar layar yang bisa disentuh. Sensor sentuh dibangun langsung di dalam panel layar, bukan dilapis di atasnya, sehingga latensinya lebih rendah. Apple menyebut interaksi terasa sangat responsif, seolah kamu menyentuh kontennya langsung.

Kamu bisa menggeser halaman web dengan sapuan jari, mencubit untuk memperbesar foto, dan menyeret slide dari satu presentasi ke presentasi lain. Ketukan ganda bisa membuat jendela memenuhi layar, dan gerakan sentil bisa menata jendela ke tempatnya. Keyboard dan trackpad tetap bisa dipakai berdampingan, jadi Touch adalah tambahan, bukan pengganti.

Untuk pekerjaan profesional, Apple memberi contoh yang konkret. Desainer grafis bisa memakai seluruh layar sebagai kanvas, musisi bisa memainkan instrumen software langsung di layar, dan pengembang aplikasi bisa menguji Touch untuk aplikasi iOS dan iPadOS langsung di Mac. Engselnya juga dirancang ulang supaya layar lebih stabil saat disentuh, dan stabilisasi video menjaga gambar kamera tetap halus saat kamu menyentuh layar di tengah panggilan video.

Banyak aplikasi yang sudah ada disebut langsung bekerja dengan Touch, karena macOS otomatis menerjemahkan sentuhan menjadi klik. Apple menyebut Notion, Canva, Zoom, Microsoft Word, Excel, PowerPoint, dan Outlook, ditambah Adobe Lightroom, DaVinci Resolve, Blender, dan Algoriddim djay Pro. Aplikasi Apple sendiri dioptimalkan lewat Apple Creator Studio, misalnya Pixelmator Pro untuk menggambar, Logic Pro untuk memainkan instrumen, dan Final Cut Pro untuk menandai rentang klip.

Seberapa Kencang M5 Pro dan M5 Max?

Di dalam laptop ini ada chip M5 Pro dan M5 Max, yang disebut Apple sebagai chip paling kuat yang pernah dibuat untuk laptop pro. Keduanya menawarkan memori terpadu sampai 128GB dan penyimpanan sampai 16TB. Dengan M5 Max, Apple mengklaim kamu bisa menjalankan model bahasa besar dengan ratusan miliar parameter sepenuhnya di perangkat.

Setiap inti GPU di chip ini punya Neural Accelerator bawaan untuk mempercepat beban kerja AI, misalnya menjalankan agen coding dengan model bahasa lokal. GPU-nya juga memakai shader core yang ditingkatkan dan mesin ray tracing generasi ketiga untuk rendering 3D yang lebih realistis. Apple menyebut Dynamic Caching mengoptimalkan memori di dalam chip untuk meningkatkan pemakaian GPU di aplikasi seperti Blender dan Unreal Engine.

Desainnya juga menjadi lebih tipis dan lebih ringan karena layar OLED memakai tumpukan yang lebih efisien. Model 14 inci berbobot 3 pon, sekitar 1,4 kilogram, dan layarnya berukuran 14,2 inci. Model 16 inci berbobot 4 pon, sekitar 1,8 kilogram, dan layarnya berukuran 16,3 inci.

Untuk Siapa Laptop Ini dan Berapa Harganya?

Laptop ini jelas bukan untuk semua orang. Targetnya adalah fotografer, colorist, desainer, seniman 3D, musisi, peneliti, dan pengembang yang butuh layar referensi portabel dan performa tinggi. Kalau pekerjaanmu hanya menulis dokumen dan membuka browser, model M6 yang lebih murah kemungkinan sudah lebih dari cukup.

Di Amerika Serikat, harganya mulai 2.899 dolar Amerika untuk model 14 inci dengan M5 Pro dan 3.399 dolar Amerika untuk model 16 inci. Varian M5 Max mulai 4.499 dolar Amerika untuk model 14 inci dan 4.799 dolar Amerika untuk model 16 inci. Harga di Indonesia belum diumumkan, dan angka itu belum termasuk pajak serta biaya lain yang berlaku di sini.

Ada beberapa hal yang masih perlu ditunggu, karena angka baterai dan performa di atas adalah klaim Apple dari pengujiannya sendiri dan belum ada ulasan independen saat artikel ini ditulis. Touch juga masih harus dibuktikan lewat pemakaian nyata, terutama soal kenyamanan lengan dan seberapa banyak aplikasi yang benar-benar mengoptimalkannya. Kalau kamu penasaran dengan proyek seputar perangkat dan AI yang pernah dibahas di blog ini, mampir ke /projects untuk melihat daftarnya.

Dimas Febriyanto - Fullstack Developer

Dimas Febriyanto

Fullstack & Mobile Developer specializing in Golang & Flutter. Aktif sebagai Junior Mobile Developer di Sagara Technology & asisten lab di Universitas Gunadarma. Passionate about building scalable algorithms & high-impact applications.

Lihat Portofolio

Liked this article?

Feel free to share it with your network or reach out if you have any questions!