October 31, 2026
Updated:
10 min read

Kenapa Ekstensi Claude Code Palsu Bisa Tanam Backdoor SSH?

Ekstensi Claude Code palsu versi 2.1.313 sempat beredar di marketplace Cursor dan menanam backdoor SSH di komputer developer. Ini kronologi dan cara ceknya.

Bayangkan kamu membuka Cursor seperti biasa, lalu editor itu otomatis memperbarui ekstensi Claude Code ke versi terbaru. Kamu tidak mengklik apa pun yang aneh, tidak mengunduh file dari situs mencurigakan, dan semua terlihat normal. Namun di balik layar, ekstensi itu sudah menanam kunci SSH milik penyerang di komputermu.

Itulah yang terjadi pada 29 Oktober 2026. Versi palsu ekstensi Claude Code, bernomor 2.1.312 dan 2.1.313, sempat beredar di marketplace Cursor selama sekitar 11 jam. Cursor memperkirakan sampai 5.000 pengguna sempat memasangnya, dan perusahaan itu langsung mematikan seluruh marketplace begitu insiden ini terdeteksi.

Artikel ini menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana backdoor itu bekerja, kenapa dampaknya tidak separah yang ditakutkan, dan apa yang harus kamu periksa kalau kamu memakai Cursor.

Apa yang Terjadi pada 29 Oktober?

Menurut pemberitahuan keamanan resmi Cursor, versi berbahaya itu tersedia di marketplace mereka mulai sekitar pukul 02.27 sampai 13.35 waktu Pasifik pada 29 Oktober 2026. Versi itu memakai identitas resmi Anthropic.claude-code, tetapi Cursor menegaskan bahwa build tersebut bukan buatan Anthropic.

Begitu terdeteksi, Cursor langsung menghapus versi berbahaya itu dan memblokir distribusi lanjutan. Perusahaan itu lalu menutup seluruh marketplace sebagai langkah pencegahan, mengaudit akses, memutar kunci internal, dan membangun ulang marketplace sebelum membukanya kembali.

Cursor juga bekerja sama dengan penyedia cloud untuk mematikan server milik penyerang, sehingga terowongan dan laporan data dari malware itu tidak lagi berfungsi. Cursor menyatakan tidak ada bukti versi lain atau distribusi resmi yang ikut terdampak.

Cerita ini langsung naik ke puncak Hacker News pada 30 Oktober, dengan lebih dari 700 poin dan 455 komentar dalam sehari. Besarnya perhatian itu wajar, karena korbannya adalah developer yang memakai salah satu alat coding AI paling populer saat ini.

Bagaimana Backdoor Ini Bekerja?

Peneliti keamanan dari Phorion yang pertama kali membedah paket berbahaya itu. Mereka menemukan kode tambahan sepanjang 66 baris yang ditempel di awal file utama ekstensi, dan kode itu langsung berjalan begitu ekstensi dimuat, tanpa menunggu kamu mengklik apa pun.

Langkah pertamanya adalah menambahkan kunci publik SSH milik penyerang ke file authorized_keys di folder .ssh milikmu, dengan label svc-telemetry. Siapa pun yang memegang kunci privat pasangannya bisa masuk sebagai pengguna di komputermu, asal layanan SSH memang sedang berjalan.

Setelah itu, kode mencoba mengaktifkan layanan SSH di komputer korban dan membuka terowongan SSH balik ke server penyerang di alamat 134.209.82.225. Terowongan itu memakai port forwarding, sehingga penyerang bisa masuk lewat kunci yang sudah ditanam, bahkan setelah editor ditutup.

Agar akses itu bertahan, malware memasang mekanisme persistensi di tiap sistem operasi. Di macOS, ia membuat LaunchAgent bernama com.apple.sysmond. Di Linux, ia menambahkan entri crontab. Di Windows, ia mencoba membuat scheduled task bernama SysMon, dengan skrip di folder Startup sebagai cadangan.

Terakhir, kode itu mengirim laporan sekali jalan ke server penyerang. Isinya nama host, nama pengguna, sistem operasi, email Git, alamat IP publik, dan nama variabel environment yang mengandung kata seperti KEY, TOKEN, atau SECRET. Nilai rahasianya sendiri tidak ikut terkirim, hanya namanya, tetapi daftar itu sudah cukup bagi penyerang untuk tahu mesin mana yang paling berharga.

Kenapa Serangan Ini Tidak Berhasil Penuh?

Kabar baiknya, ada cacat di dalam kode penyerang sendiri. Di macOS, kode itu memeriksa status Remote Login tanpa hak admin. Perintah systemsetup menolak berjalan tanpa hak admin dan mencetak pesan error, tetapi keluar dengan kode status 0.

Karena pesan itu tidak mengandung kata Off, kode penyerang menyimpulkan SSH sudah aktif dan melewatkan langkah mengaktifkannya. Akibatnya, di sebagian besar Mac, terowongan itu tidak punya pintu masuk yang bisa dipakai, karena layanan SSH memang tidak berjalan.

Jalur Windows juga punya cacat sendiri. Kode itu menjalankan perintah PowerShell lewat fungsi yang memakai /bin/sh, yang tidak ada di instalasi Windows biasa. Mengaktifkan layanan SSH juga butuh hak admin yang umumnya tidak dimiliki ekstensi.

Cursor menyatakan bahwa pada sebagian besar mesin, penyerang tidak bisa masuk lewat terowongan itu. Server penyerang sendiri sudah dimatikan, sehingga terowongan dan laporan data tidak lagi berfungsi.

Meski begitu, kunci SSH yang sudah tertanam tetap ada di mesin yang sempat terinfeksi, dan itu yang paling berbahaya. Selama kunci itu tidak dihapus, penyerang masih punya jalan masuk kalau layanan SSH diaktifkan di kemudian hari.

Apa yang Harus Kamu Lakukan Sekarang?

Kalau kamu memakai Cursor dan ekstensi Claude Code, langkah pertama adalah memeriksa versi yang terpasang. Cursor meminta semua pengguna memperbarui ke versi 2.1.314, yang sudah bersih dari kode berbahaya.

Selanjutnya, periksa file authorized_keys di folder .ssh milikmu dan cari entri berlabel svc-telemetry. Kalau ada, hapus kunci itu dan anggap mesinmu sudah terpapar. Jangan menunda langkah ini, karena kunci itu adalah inti dari seluruh serangan.

Menghapus ekstensi saja tidak cukup, karena skrip persistensi berjalan terpisah dari editor. Periksa LaunchAgent di folder Library/LaunchAgents untuk file bernama com.apple.sysmond.plist kalau kamu memakai macOS, dan periksa crontab kalau kamu memakai Linux. Cursor sudah menyediakan skrip pembersihan untuk macOS dan Windows di pemberitahuan keamanannya.

Terakhir, putar semua kredensial penting dari komputer lain yang bersih. Itu termasuk kunci SSH, token API, dan kata sandi yang mungkin tersimpan di mesin itu. Lakukan dari mesin yang bersih supaya kredensial baru tidak ikut tercuri.

Kalau kamu tidak pernah memasang atau memperbarui ekstensi itu pada 29 Oktober, kemungkinan besar kamu aman. Tetapi memeriksa tetap lebih murah daripada menyesal.

Apa Pelajaran dari Insiden Ini?

Insiden ini mengingatkan bahwa ekstensi editor berjalan dengan hak akses yang sama seperti pengguna yang menjalankannya. Satu paket yang lolos bisa membaca file, menjalankan perintah, dan memasang persistensi tanpa terlihat.

Marketplace ekstensi adalah rantai pasok perangkat lunak, sama seperti registry npm atau PyPI. Kepercayaan pada nama publisher saja tidak cukup kalau proses publikasi bisa disusupi oleh pihak ketiga.

Pembaruan otomatis membuat masalah ini makin tajam. Banyak pengguna tidak sadar versi mereka berubah, karena Cursor memasang pembaruan ekstensi secara otomatis begitu tersedia. Kenyamanan itu berubah menjadi risiko ketika satu versi yang salah lolos ke semua orang sekaligus.

Bagi developer, pelajarannya praktis. Kunci SSH sebaiknya dilindungi passphrase dan dibatasi pemakaiannya. File authorized_keys perlu diaudit berkala. Mesin kerja tidak boleh menyimpan kredensial produksi tanpa perlindungan tambahan.

Insiden ini juga menunjukkan sisi positifnya. Komunitas keamanan bergerak cepat, Cursor bertindak dalam hitungan jam, dan cacat di kode penyerang sendiri membatasi kerusakan. Tetapi keberuntungan bukan strategi keamanan, dan pemeriksaan rutin tetap menjadi pertahanan yang paling bisa kamu andalkan.

Kalau kamu penasaran dengan proyek keamanan dan eksperimen lain yang saya kerjakan, daftarnya ada di /projects.

Dimas Febriyanto - Fullstack Developer

Dimas Febriyanto

Fullstack & Mobile Developer specializing in Golang & Flutter. Aktif sebagai Junior Mobile Developer di Sagara Technology & asisten lab di Universitas Gunadarma. Passionate about building scalable algorithms & high-impact applications.

Lihat Portofolio

Liked this article?

Feel free to share it with your network or reach out if you have any questions!