May 11, 2026
Updated:
8 min read

Pengalaman Pertama Coding Test Offline: Deg-degan Dari Pagi Sampai Sore

Jujur... Panik

Jujur, ini pertama kalinya gua ikut coding test secara offline. Sebelumnya kalau test ya tinggal buka laptop di rumah, santai. Tapi kali ini beda karena harus datang langsung ke kantornya dan rasanya deg-degan dari malem sebelumnya.

Dateng, Nunggu, dan Ngurangin Grogi Sendiri

Sampai di lokasi, langsung dipersilakan masuk dan nunggu sebentar. Duduk sendirian, pura-pura tenang padahal dalam hati udah mikirin semua hal yang mungkin ditanyain. Waktu nunggu ini tuh sebenarnya yang paling berat, bukan karena lama, tapi karena otak nggak bisa berhenti overthinking.

Sesi Pertama: Wawancara Singkat Soal Keahlian

Masuk ke ruangan, wawancara awal cukup singkat. Ditanya seputar background, skill yang dikuasai, pengalaman kerja, dan teknologi yang biasa dipakai sehari-hari. Nggak terlalu dalam, tapi cukup buat ngukur posisi gua ada di mana.

Bikin Project Langsung di Tempat

Ini bagian yang paling menegangkan. Dikasih soal, terus langsung ngoding di tempat dengan waktu terbatas. Soalnya adalah bikin aplikasi CRUD sederhana, dengan backend pakai Express.js dan frontendnya pakai Flutter.

Tangan agak gemeteran di awal, tapi begitu udah mulai nulis kode, fokus dateng sendiri. Gua mulai dari setup project Express dulu, bikin endpoint-endpointnya, lanjut ke koneksi database, terus baru ngerjain sisi Flutter buat nampilin dan ngolah datanya. Kuncinya emang satu: jangan panik duluan sebelum baca soalnya sampai selesai.

Presentasi dan Penjelasan Project

Setelah selesai ngoding, diminta ngejelasin apa yang udah dibuat. Mulai dari alur logika, kenapa milih pendekatan itu, sampai apa yang bisa diimprove kalau ada waktu lebih. Bagian ini penting banget karena bukan cuma soal kode jalan atau nggak, tapi gimana gua bisa ngomunikasiin keputusan teknis yang diambil.

Soal Singkat Tambahan

Ada sesi test soal singkat juga, kombinasi teori dan logika. Nggak terlalu panjang, tapi cukup buat ngecek pemahaman dasar.

Ishoma Sebentar

Lumayan ada jedah buat istirahat, sholat, dan makan. Ini waktu yang gua manfaatin buat narik napas dan recharge sebelum sesi berikutnya.

Lanjut: Demo Project yang Pernah Dibuat

Sesi sore dimulai dengan demo project dari portofolio sendiri. Gua ngejelasin beberapa project yang pernah dibikin, mulai dari masa kuliah sampai kerjaan.

Dari masa kuliah, ada SIMA (Siaga Bersama), aplikasi emergency response berbasis AI yang menghubungkan warga dengan lembaga penanggulangan bencana. Fitur unggulannya ada auto-location detection, real-time reporting, sama auto fire detection. Project ini juga yang nganterin gua dapet Juara 2 di kompetisi Application Development USB Gunadarma dan Juara 3 IoT di KOMPRES 15.

Dari sisi kerjaan dan project yang lebih serius, gua ceritain beberapa di antaranya. Ada Warung Digital, aplikasi Flutter buat manajemen toko kelontong kecil secara digital, backendnya pakai Golang dan PostgreSQL. Ada juga Keuanganku, aplikasi manajemen keuangan pribadi buat tracking pemasukan dan pengeluaran yang udah live di Play Store. Selain itu ada CV ATS Builder, aplikasi mobile buat generate CV PDF yang ATS-friendly, dibangun dengan Flutter di frontend dan Node.js di backend. Gua juga sempet bikin Themely, sebuah Flutter package open source buat manajemen tema dark mode dan light mode yang udah dipublish di pub.dev.

Intinya pas sesi ini, yang penting bukan cuma bisa ngejelasin fiturnya, tapi harus beneran ngerti apa yang dibikin dari sisi teknis, kenapa arsitekturnya begitu, dan apa tantangan yang dihadapi waktu ngerjainnya.

Wawancara Sama Atasan Langsung

Setelah demo, ada sesi wawancara lebih dalam sama atasan langsung. Pertanyaannya udah lebih spesifik dan teknikal, nggak cuma "pernah pakai apa", tapi "gimana kamu handle situasi ini" dan "apa yang kamu lakuin kalau ada bug di production". Vibes-nya lebih santai tapi serius, lebih ke diskusi dua arah daripada interogasi.

Wawancara Sama Atasan Senior: Unit Testing, Webhook, dan Detail Teknis

Ini sesi yang paling unexpected. Ditanya cukup dalam soal hal-hal yang kadang dianggap advanced, kayak unit testing, webhook, arsitektur sistem, dan bagaimana menangani error handling yang proper.

Kebetulan gua punya pengalaman integrasi Midtrans payment gateway webhook di salah satu project di Sagara Technology, jadi bisa nyambung waktu ngebahas topik itu. Tapi tetep aja, sesi ini yang paling bikin gua sadar bahwa ngerti "cara pakainya" aja nggak cukup. Harus tahu juga "kenapa dan bagaimana di baliknya".

Penutup: Wawancara Singkat Terakhir

Diakhiri dengan wawancara singkat seputar pengalaman secara umum, lebih ke motivasi dan culture fit. Santai dibanding sesi-sesi sebelumnya dan cukup jadi penutup yang enak setelah seharian penuh.

Wrap Up

Seharian penuh, banyak sesi, banyak pertanyaan, dan cukup menguras energi. Tapi worth it banget sebagai pengalaman pertama coding test offline.

Yang paling berkesan adalah: coding test offline itu bukan cuma soal bisa ngoding, tapi soal bagaimana kamu berpikir, berkomunikasi, dan menjelaskan keputusan teknis yang kamu ambil. Semoga sharing ini bermanfaat buat yang mau menjalani hal serupa. Good luck!

Dimas Febriyanto - Fullstack Developer

Dimas Febriyanto

Fullstack & Mobile Developer specializing in Golang & Flutter. Aktif sebagai Junior Mobile Developer di Sagara Technology & asisten lab di Universitas Gunadarma. Passionate about building scalable algorithms & high-impact applications.

Lihat Portofolio

Liked this article?

Feel free to share it with your network or reach out if you have any questions!