April 18, 2026
Updated:
4 min read

Pengalaman Kedua Ikut Lomba Koding: Lebih Pede, Tapi Tetap Ada Dramanya

Ikut lomba untuk kedua kalinya terasa beda, lebih santai, lebih pede, sudah tahu medan. Tapi ternyata kendala teknis, training model yang molor, dan waktu presentasi yang mepet tetap bisa bikin panik. Ini cerita tim Techbless meraih juara 2 di USB Gunadarma.

Pengalaman Kedua Ikut Lomba Koding: Lebih Pede, Tapi Tetap Ada Dramanya — ilustrasi artikel

Pengalaman pertama ikut lomba koding itu ngajarin banyak hal, salah satunya adalah kalau mau ikut lagi, kamu udah tahu kira-kira apa yang bakal dihadapi. Dan itu yang gue rasain waktu ikut Unlimited Software Building (USB) yang diselenggarain Fakultas Ilmu Komputer dan Sistem Informasi Universitas Gunadarma.

Kali ini timnya beda. Gue bareng Shabrina dan Rakhy, tergabung dalam tim Techbless. Projectnya aplikasi dan website berbasis AI untuk mempercepat dan menyederhanakan respons darurat.

Persiapan Lebih Santai, Training Model Berhari-hari

Suasana persiapannya lebih santai dibanding pertama kali dulu. Udah nggak terlalu kaget sama ritme lomba, komunikasi tim juga mengalir lebih natural. Tapi yang bikin prosesnya panjang adalah training modelnya. Berhari-hari. Nunggu, evaluasi, ulangi lagi. Sampai akhirnya model berhasil jalan dan terintegrasi dengan Flutter dan React JS. Lega banget waktu bagian itu kelar karena itu yang paling makan waktu dan tenaga selama persiapan.

Hari Presentasi: Ngomong Ngejar Waktu

Sampai hari presentasi datang.

Waktu presentasi nggak nunggu siapapun. Pas giliran ngomong, kata-kata keluar lebih cepat dari biasanya, nggak karuan, ngejar waktu yang terus jalan. Kepala udah full dengan hal yang mau disampaiin tapi mulut jalan lebih cepat dari pikiran.

Tapi selesai juga. Presentasinya kelar, semua yang perlu disampaiin tersampaiin meski dengan napas yang nggak terlalu teratur.

Juara 2 dan Artinya

6 November 2024, tim Techbless berhasil meraih juara 2 di kategori Application Development. Bukan juara 1, tapi rasanya tetap berarti. Bukan karena hasilnya, tapi karena proses yang dilewatin bareng Shabrina dan Rakhy dari awal perencanaan sampai tahap akhir itu nggak gampang, dan kita berhasil ngelewatinnya.

Setiap kendala yang muncul selama kompetisi justru jadi insight yang nggak bisa didapet dari tempat lain. Dan pencapaian ini bukan titik akhir, tapi langkah pertama untuk terus berkembang dan kasih dampak yang lebih besar lewat teknologi.

Dimas Febriyanto - Fullstack Developer

Dimas Febriyanto

Fullstack & Mobile Developer specializing in Golang & Flutter. Aktif sebagai Junior Mobile Developer di Sagara Technology & asisten lab di Universitas Gunadarma. Passionate about building scalable algorithms & high-impact applications.

Lihat Portofolio

Liked this article?

Feel free to share it with your network or reach out if you have any questions!