October 17, 2026
Updated:
8 min read

Kenapa AI Claude Pecahkan Misteri 25 Tahun dalam 30 Menit?

Claude memecahkan misteri 25 tahun seed kurva NIST P-256: bukan hash frasa lucu, melainkan generator lrand48 yang di-seed timestamp 1997. Kurvanya tetap aman.

C49D3608 86E70493 6A6678E1 139D26B7 819F7E90.

Deretan heksadesimal itu bukan kode aktivasi. Itu adalah seed resmi kurva NIST P-256, kurva kriptografi eliptik yang mengamankan triliunan transaksi internet setiap hari. Masalahnya: tidak ada yang tahu dari mana angka itu berasal. NSA menyerahkannya begitu saja ke NIST, tanpa satu kalimat penjelasan pun, dan misterinya bertahan selama 25 tahun.

Oktober 2026, Anthropic mengumumkan jawabannya. Seorang karyawannya penasaran dan bertanya ke model riset internalnya: bisakah kamu mencari tahu bagaimana seed itu dibuat? Kurang dari setengah jam, Claude menemukannya. Jawabannya ternyata sepele: "Itu cuma timestamp."

Ilustrasi artikel

Angka Misterius di Jantung Internet

Untuk memahami bobot misteri ini, kamu perlu tahu sedikit soal ECDSA. Ini adalah standar tanda tangan digital kurva eliptik yang diadopsi NIST pada tahun 2000 sebagai bagian dari FIPS 186-2.

Setiap kurva punya parameter yang didefinisikan dari sebuah nilai seed. Hash dari seed itu dipakai untuk menentukan koefisien b dari persamaan kurva. Seed untuk P-192, P-224, P-256, P-384, dan P-521 semuanya diberikan NSA tanpa riwayat asal.

Itu masalah besar. Di dunia kriptografi, parameter yang "datang dari langit" selalu dicurigai: jangan-jangan kurvanya dipilih secara khusus karena punya kelemahan tersembunyi yang hanya diketahui pembuatnya. Kecurigaan ini sudah ditulis Koblitz dan Menezes dalam makalah berjudul "A Riddle Wrapped in an Enigma", dan komunitas bahkan memasang bounty untuk siapa pun yang bisa menemukan asal seed itu.

Teori Terbaik yang Ternyata Salah

Cerita paling masuk akal datang dari Jerry Solinas, karyawan lama NSA. Pada 2015 ia bilang seed itu dihasilkan dari hash sebuah frasa lucu, semacam "Give Bob and Jerry a raise" atau "Bob and Jerry rule", yang ditulis kodenya oleh Bob Reiter.

Beberapa karyawan Anthropic sempat mengejar petunjuk ini dan semuanya gagal. Frasanya tidak pernah ditemukan. Jerry sendiri meninggal pada 2023, dan rekan-rekannya di era itu tidak lagi responsif. Misterinya makin buntu.

Bagaimana Claude Memecahkannya

Alih-alih mencari frasa, Claude membalik cara berpikirnya. Ia menebak bagaimana perangkat lunak di era 1990-an pasti bekerja: generator angka acak semu (PRNG) yang disertakan dalam pustaka C jadul. PRNG seperti itu cukup lemah sehingga keluarannya bisa dikenali polanya.

Claude menulis pemindai yang menggeser setiap seed yang dipublikasikan, bit demi bit, dan menguji apakah potongan yang berdekatan adalah keluaran berurutan dari generator lawas. Ia menguji 34 kombinasi generator dan irisan keluaran.

Lalu polanya muncul. Bit-bit teratas dari seed itu semuanya nol. Ditulis sebagai lima word 32-bit, empat dari sepuluh seed punya bit teratas nol di semua 20 word. Itu hanya terjadi dengan probabilitas 1 banding 5810 secara kebetulan. Itulah sidik jari lrand48, generator kongruensial linear dari pustaka C yang hanya mengembalikan 31 bit teratas dari state 48 bit.

Dari sana Claude memulihkan state internal generator dengan mencoba seluruh 217 nilai bit tersembunyi, lalu menyelesaikan masalah lattice klasik dengan algoritma Lenstra-Lenstra-Lovász. Hasilnya: semua seed berasal dari lrand48 yang di-seed dengan Unix timestamp.

Untuk P-256 misalnya, timestamp-nya adalah 16 Agustus 1997 pukul 01:52:34, dan seed yang dipublikasikan adalah kandidat nomor 1842 dari iterasi generator itu. Kode Python untuk mereproduksinya pun dibagikan Anthropic, dan siapa pun bisa menjalankannya sendiri.

Ilustrasi artikel

Claude Sempat Curiga Itu Jebakan

Bagian paling menarik bukan solusinya, melainkan reaksi Claude sendiri. Begitu pola cocok, ia menulis dalam proses berpikirnya: "Ini luar biasa: misteri 25 tahun terpecahkan. Tunggu. Biar skeptis: apakah saya sedang di lingkungan simulasi?"

Ia memeriksa memori seed yang ia tahu, memvalidasi dengan komputasi langsung, dan menyimpulkan: 160 bit cocok dari seed 32 bit, untuk 10 seed sekaligus. Bukan kebetulan. Baru setelah itu ia yakin ini penemuan nyata.

Reaksi komunitasnya pun tidak kalah ramai. Cerita ini langsung menembus halaman depan Hacker News dengan 853 poin dan lebih dari 300 komentar, dan Filippo Valsorda yang mengorganisasi bounty $36.864 itu mengumumkan dananya akan didonasikan ke Internet Security Research Group.

Apa Artinya Buat Kamu

Pertama dan terpenting: ini BUKAN pembobolan kriptografi. Tidak ada serangan baru, tidak ada kelemahan baru di kurva ECDSA. Justru sebaliknya.

Temuan ini membuat kita lebih yakin kurva NIST dipilih tanpa backdoor. Seed yang dibuat dari generator acak lemah yang di-seed jam komputer adalah cara paling tidak canggih untuk menghasilkan angka, dan cara itu bisa direproduksi siapa pun hari ini. Ruang untuk subversi menjadi jauh lebih kecil.

Kedua, ini pelajaran soal cara AI meneliti. Manusia mengejar petunjuk frasa lucu selama bertahun-tahun. Claude justru bertanya: "seperti apa perangkat lunak yang dipakai orang NSA di tahun 1997?" Pertanyaan yang tepat membuat masalah yang mustahil menjadi trivial.

Ada juga bonus: Claude turut menemukan asal sebagian base point G. Base point P-192 dan enam kurva yang dibuat Mei 1997 berasal dari generator di FreeLIP, paket aritmetika bilangan bulat milik Arjen Lenstra, dengan seed kecil seperti 20000. Sebanyak itu pun, misteri kecil masih tersisa: seed B-163 tidak cocok dengan apa pun, dan base point P-224, P-256, P-384, dan P-521 belum terjelaskan.

Kalau kamu penasaran dengan proyek riset AI dan keamanan semacam ini, mampir ke /projects untuk melihat eksperimen yang pernah saya tulis.

Dimas Febriyanto - Fullstack Developer

Dimas Febriyanto

Fullstack & Mobile Developer specializing in Golang & Flutter. Aktif sebagai Junior Mobile Developer di Sagara Technology & asisten lab di Universitas Gunadarma. Passionate about building scalable algorithms & high-impact applications.

Lihat Portofolio

Liked this article?

Feel free to share it with your network or reach out if you have any questions!